Kurikulum

Kurikulum Satuan Pendidikan – SDIT Mutiara Darul Quran

Kurikulum Satuan Pendidikan

Dokumen Panduan & Kerangka Pembelajaran SDIT Mutiara Darul Quran

A. Karakteristik Satuan Pendidikan

Pendidikan memiliki peran krusial dalam perkembangan individu dan masyarakat. Masyarakat berpendidikan berkontribusi pada kemajuan negara, menciptakan bangsa yang unggul dan patriotik. Sekolah berperan penting dalam membimbing perkembangan siswa, mempersiapkan mereka menjadi warga dunia yang kompeten, serta berfungsi sebagai tempat berlatih sosialisasi, komunikasi, pengembangan kecakapan emosional, dan pemecahan masalah.

Pergeseran sistem pendidikan dari sentralisasi ke desentralisasi telah mendorong pembaruan kurikulum sekolah dasar. Pemerintah pusat menetapkan kerangka dasar dan struktur kurikulum sebagai panduan pengembangan kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan peserta didik.

SD IT Mutiara Darul Quran, berdiri sejak 2018, merupakan sekolah swasta di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Berlokasi di lingkungan perumahan padat penduduk, sekolah ini termasuk dalam kategori urban. Sekolah memiliki 14 tenaga pendidik berlatar belakang sarjana pendidikan dan 3 tenaga kependidikan.

Peserta didik di sekolah ini memiliki latar belakang beragam dengan minat di berbagai bidang (seni, olahraga, matematika, sains) serta melayani peserta didik inklusi. Sekolah berkomitmen mengembangkan peserta didik secara seimbang: sosial, emosional, intelektual, dan fisik, dengan aspek spiritual sebagai landasan utama.

B. Landasan Pengembangan Kurikulum

Pengembangan kurikulum didasarkan pada Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 Ayat (3) dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan mandiri.

Landasan Hukum Operasional:

C. Prinsip Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan

  • Berpusat pada peserta didik: Memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan, tahapan belajar, dan kepentingan peserta didik.
  • Kontekstual: Menunjukkan kekhasan dan kesesuaian dengan karakteristik satuan pendidikan, sosial budaya, dan lingkungan.
  • Esensial: Memuat unsur informasi penting yang lugas, ringkas, dan mudah dipahami.
  • Akuntabel: Dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual.
  • Melibatkan pemangku kepentingan: Melibatkan komite sekolah, orang tua, organisasi, dan instansi di bawah koordinasi Dinas Pendidikan KBB.

D. Dimensi Profil Lulusan

Pengembangan karakter dan potensi peserta didik diarahkan pada 8 dimensi profil lulusan:

1. Keimanan & Ketakwaan

Kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.

2. Kewargaan

Kesadaran sebagai warga negara dan bagian dari bangsa.

3. Penalaran Kritis

Kemampuan memproses informasi dan menganalisis masalah.

4. Kreativitas

Menghasilkan gagasan, karya, dan tindakan yang orisinal.

5. Kolaborasi

Kemampuan bekerja sama dan bersinergi secara positif.

6. Kemandirian

Bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya.

7. Kesehatan

Menjaga kesehatan fisik dan kesejahteraan mental.

8. Komunikasi

Menyampaikan gagasan secara efektif dan empatik.

E. Paradigma Pembelajaran, Prinsip & Asesmen

1. Pendekatan Pembelajaran
  • Pendekatan Saintifik: Mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan.
  • Tematik Integratif: Mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam tema bermakna.
  • Kontekstual & Inkuiri: Menghubungkan materi dengan kehidupan nyata serta mendorong eksplorasi mandiri.
  • Kolaboratif & Berbasis Masalah: Melatih kerja sama dan penyelesaian kasus nyata.
2. Model & Moda Pembelajaran

Menggunakan model modern seperti Project-Based Learning (PjBL), Problem-Based Learning, Discovery Learning, Differentiated Instruction, hingga STEAM Learning melalui moda tatap muka dan *blended learning*.

3. Prinsip Pembelajaran Utama
  • Mempertimbangkan tingkat pencapaian & kesejahteraan (well-being) peserta didik.
  • Menyenangkan, bermakna, serta inklusif (ramah anak dan mengakomodasi inklusi).
  • Membangun kapasitas belajar sepanjang hayat (menanamkan growth mindset & self-regulated learning).
  • Mendukung kognitif & karakter secara holistik serta relevan dengan budaya lokal.
4. Ragam Asesmen

Asesmen Diagnostik

Pre-test di awal pembelajaran.

Asesmen Formatif

Penilaian pemantauan proses berkala.

Asesmen Sumatif

Evaluasi akhir pencapaian kompetensi.

Asesmen Autentik & Portofolio

Penilaian situasi nyata dan dokumentasi karya.

Proudly powered by WordPress | Theme: HoneyBee by SpiceThemes